April 22, 2020

Fakta Di Balik Kokohnya Pertahanan Persiraja Banda Aceh

Sebagai tim promosi Liga 1 2020, Persiraja Banda Aceh boleh dibilang merupakan tim yang cukup pantas diapresiasi. Hal tersebut berdasarkan catatan impresif tim dari tiga pekan awal kompetisi.

Dari tiga pertandingan yang sudah mereka lalui, Persiraja menjadi satu-satunya tim peserta Liga 1 musim ini yang tak pernah kebobolan. Selain itu, mereka juga sudah mengumpulkan lima poin.

Penampilan pertama mereka dilalui dengan baik, ketika bermain imbang tanpa gol kontra Bhayangkara FC, lalu menahan Madura United di tandang, hingga akhirnya membekuk Persik Kediri (tandang).

Secara statistik yang dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB), Persiraja menjadi tim yang paling banyak menerima tembakan ke gawang, sebanyak 42 kali dari tiga pertandingan, namun tak pernah bisa dibobol.

Hal lain yang menonjol dari segi pertahanan Laskar Rencong adalah, mereka melakukan total 104 intersep, dan 99 sapuan. Fakta-fakta tersebut tercipta berdasarkan pertimbangan pelatih Hendri Susilo yang mengedepankan sisi defensif.

“Disadari atau tidak, itu erat kaitannnya dengan karakter pemain-pemain asal Aceh. Rata-rata pemain-pemain kami pekerja keras, dan fight,” ucap Hendri, yang juga membawa Persiraja promosi ke Liga 1 musim ini.

Fakhrurrazi Quba juga menjadi sosok penting untuk Persiraja. Mantan penjaga gawang Semen Padang itu merupakan kiper dengan penyelamatan terbanyak selama tiga pekan kompetisi. 13 penyelamatan, di bawah Teja Paku Alam dari Persib Bandung (14).

“Melihat karakter anak-anak, tidak mungkin saya meminta mereka bermain terbuka. Jadi, semuanya dikombinasikan. Sesekali bermain terbuka dan cepat. Jadi, mungkin itu yang membuat publik menganggap kami tampil defensif,” beber Hendri.